display this

Selasa, 17 Maret 2026

Perkuat Sinergi Lintas Sektor , Pemkab Soppeng Gelar Pertemuan Koordinasi Dukungan SERGAP

Perkuat Sinergi Lintas Sektor , Pemkab Soppeng Gelar Pertemuan Koordinasi Dukungan SERGAP

Soppeng Kabarta.com--- Dalam rangka menyatukan persepsi serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program Serap Gabah Petani (SERGAP), Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Pertemuan Koordinasi Dukungan Serap Gabah Petani Panen MT Oktober–Maret 2025/2026 di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin (16/3/2026).

Bupati Soppeng Suwardi Haseng dalam arahannya menyampaikan bahwa, pertemuan tersebut digelar menjelang masa panen yang diperkirakan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga diperlukan koordinasi yang kuat antara seluruh pihak terkait.

Menurutnya, Program Serap Gabah Petani merupakan program nasional yang bertujuan melindungi harga gabah petani saat panen. Karena itu kita harus memastikan harga gabah di tingkat petani tetap berada pada Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Pertemuan ini kita laksanakan karena menjelang Hari Raya Idul Fitri banyak petani yang memasuki masa panen. Oleh karena itu kita perlu memperkuat sinergi dan koordinasi seluruh pihak, karena situasi panen saat ini tidak sama seperti sebelumnya. Ada beberapa perubahan yang nanti akan dijelaskan lebih rinci oleh Bulog dan Dinas Pertanian,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan bahwa program Serap Gabah Petani (SERGAP) merupakan program nasional yang bertujuan melindungi harga gabah petani saat panen agar tetap berada pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP)

“Program Serap Gabah Petani merupakan program nasional yang bertujuan melindungi harga gabah petani saat panen. Karena itu kita harus memastikan harga gabah di tingkat petani tetap berada pada Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram,” tegasnya.

Bupati Soppeng manambahkan bahwa, program tersebut juga bertujuan memutus rantai distribusi yang terlalu panjang yang selama ini berpotensi menekan harga gabah di tingkat petani.

“Kita harus memastikan tidak ada potongan harga yang merugikan petani dan timbangan gabah harus sesuai. Ini adalah bentuk perlindungan kita kepada petani. Karena itu diperlukan komunikasi dan kerja sama yang baik antara Babinsa, Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh, dan seluruh mitra,” jelasnya.(**)

BACA BERITA TERKAIT

BACA JUGA

© Copyright 2019 KABARTA | All Right Reserved