National

Ads

Polri

Daerah

Nasional

Video

display this

Rabu, 29 Juli 2026

Semarak HUT Ke-46 Dekranas, Bupati Suwardi Bersama Ketua Dekranasda Soppeng Ikuti Jalan Sehat Sulsel Anti Mager

Makassar Kabarta.com--- Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, mengikuti kegiatan Jalan Sehat Sulsel Anti Mager yang digelar di Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Keduanya hadir bersama anggota Tim Penggerak PKK dan jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Kegiatan jalan sehat tersebut dilepas secara resmi oleh Ketua Dekranas Ibu Selvi Gibran Raka, Ketua Harian Dekranas Ibu Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan diikuti ribuan peserta yang terdiri atas perwakilan seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan serta masyarakat Kota Makassar.

Mengambil rute dari Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan menuju Lapangan Hasanuddin Makassar, kegiatan ini tidak hanya mengampanyekan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah.

Selain jalan sehat, peserta juga menikmati berbagai layanan gratis, seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian kacamata, serta berkesempatan memperoleh beragam hadiah doorprize, termasuk hadiah utama satu unit mobil.

Keikutsertaan H. Suwardi Haseng dan Hj. Suarni Suwardi bersama rombongan Kabupaten Soppeng melengkapi rangkaian kegiatan mereka dalam peringatan HKG PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas di Makassar, setelah sebelumnya mengikuti syukuran HUT Dekranas, pameran produk unggulan daerah, serta fashion show wastra Nusantara yang menampilkan karya khas Kabupaten Soppeng.(**)

Bupati Soppeng Terima Forum Komunikasi Pondok Pesantren Terkait Peringatan Hari Santri 2026

Soppeng, Kabarta.com---. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menerima kunjungan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Soppeng di ruang kerjanya di Kantor Bupati Soppeng (29/7/ 2026).

Rombongan dipimpin Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Soppeng Najamuddin, S.Ag., M.Pd.I. Ia hadir bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren di antaranya H. Muh. Taslim Basri Daud, Lc selaku pimpinan Ponpes Yasrib Soppeng, H. A. Darwis, S.Ag., M.Ag. dari Kementerian Agama Soppeng, KM. Sulaeman, S.Pd.I. pimpinan Ponpes Pergi Ganra, serta H. Supriadi, Lc yang merupakan wakil pimpinan DDI Pattojo.

Najamuddin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan peringatan Hari Santri yang akan diperingati pada 22 Oktober 2026.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan Hari Santri. Kami juga berharap Bupati Soppeng dapat hadir pada kegiatan tersebut,” ujar Najamuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren selama ini.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pesantren di Soppeng. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang,” katanya.

Menurut Najamuddin, pelaksanaan peringatan Hari Santri di Kabupaten Soppeng akan digelar secara bertahap di setiap kecamatan, dengan titik awal kegiatan direncanakan berlangsung di Kecamatan Marioriawa.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyambut baik rencana kegiatan tersebut serta menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pesantren.

“Pesantren itu punya peran besar dalam membentuk anak-anak kita, bukan hanya dari sisi ilmu agama tapi juga akhlaknya. Pemerintah daerah tentu akan terus memberi perhatian agar pesantren di Soppeng bisa berkembang dengan baik,” ujar Suwardi.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyampaian undangan kepada Bupati Soppeng untuk menghadiri peringatan Hari Santri.(**)

Bupati Soppeng Serahkan Rancangan KUA dan PPAS TA 2027 Dalam Rapat Paripurna DPRD

Soppeng, Kabarta.com— Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Soppeng, H. Naspidin (29/7/2026). 

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta undangan lainnya.

Penyerahan KUA-PPAS ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah, kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan proyeksi indikator makro pembangunan Kabupaten Soppeng tahun 2027, antara lain pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 4,83 persen hingga 6,12 persen, tingkat kemiskinan 5,84 persen hingga 6,19 persen, serta tingkat pengangguran terbuka 2,67 persen hingga 2,95 persen. Selain itu, PDRB per kapita ditargetkan mencapai Rp82,97 juta hingga Rp83,89 juta dengan Indeks Pembangunan Manusia pada kisaran 74,75 hingga 75,36 poin. 

Bupati juga memaparkan proyeksi struktur APBD Tahun Anggaran 2027. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp949,88 miliar, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp206,76 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp743,12 miliar. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp950,67 miliar.

Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp30 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan antara lain dialokasikan untuk pembayaran cicilan pokok utang program PEN sebesar Rp20,04 miliar serta pembayaran utang daerah sebesar Rp9,16 miliar. 

Meski indikator pembangunan menunjukkan tren positif, Bupati Suwardi Haseng mengingatkan adanya tantangan fiskal yang masih dihadapi daerah. 

“Ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih relatif tinggi, ruang fiskal daerah masih terbatas, serta kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik terus meningkat,” ujarnya. 

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen memperkuat kemandirian fiskal dan efektivitas belanja daerah.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus melakukan penguatan Pendapatan Asli Daerah, meningkatkan efisiensi belanja, serta memastikan setiap program dan kegiatan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui penyampaian Rancangan KUA dan PPAS ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap pembahasan bersama DPRD dapat berjalan secara konstruktif, sehingga menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selasa, 21 Juli 2026

Hadiri Rakor PM-AAS Sulsel, Bupati Soppeng Teken komitmen Pencapaian Target

Makassar Kabarta.com– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budi Daya Padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, dan menghadirkan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., yang memberikan arahan mengenai percepatan penerapan PM-AAS sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Rakor tersebut diikuti para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan bersama jajaran Kementerian Pertanian, perangkat daerah, perguruan tinggi, BUMN, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan langkah dalam pelaksanaan program PM-AAS di Sulawesi Selatan. 

Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan target penerapan PM-AAS di Sulawesi Selatan seluas 91.340 hektare pada 2026. Target tersebut merupakan bagian dari program nasional pengembangan pertanian modern seluas 1 juta hektare guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan. 

Selain sosialisasi program, rakor juga membahas kesiapan sarana dan prasarana pendukung, dukungan penyediaan pupuk, serta pembagian target pelaksanaan di setiap kabupaten dan kota. Diskusi dilakukan untuk memastikan seluruh daerah memiliki kesiapan yang sama dalam mengimplementasikan PM-AAS. 

Pada akhir kegiatan, Bupati H. Suwardi Haseng bersama seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan menandatangani komitmen pencapaian target PM-AAS. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan penerapan sistem budidaya padi modern yang mengedepankan mekanisasi, penggunaan teknologi, serta peningkatan produktivitas pertanian. 

Keikutsertaan Kabupaten Soppeng dalam penandatanganan komitmen tersebut menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk terus mendukung transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mewujudkan swasembada pangan di Sulawesi Selatan dan tingkat nasional.(**)

Bahas Perluasan Jaringan Listrik Masuk Sawah, Bupati Soppeng Lakukan Koordinasi Dengan PLN Wilayah Sulselbar

Makassar Kabarta.com---  Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng tidak berhenti mencari jalan agar sawah-sawah tadah hujan di Kabupaten Soppeng memiliki sumber air yang lebih terjamin. Salah satu kebutuhan yang kini menjadi perhatian adalah tersedianya jaringan listrik untuk menggerakkan pompa air dari sungai maupun sumur bor. 

Bupati Suwardi Haseng didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, melakukan pertemuan di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama General Manager UID Sulselrabar, Edyansyah, Senin (20/7/2026).

Pertemuan ini menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan visi Listrik Masuk Sawah. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses listrik di kawasan pertanian sehingga pompa air dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produktivitas sawah tadah hujan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Soppeng menyampaikan harapan agar PLN dapat memperluas jangkauan jaringan distribusi listrik ke kawasan pertanian yang menjadi sasaran program Listrik Masuk Sawah.

"Sebagian besar sawah di Kabupaten Soppeng masih bergantung pada air hujan. Karena itu, kami mendorong pengembangan pompanisasi agar petani memiliki sumber air yang lebih terjamin dan dapat meningkatkan intensitas tanam. Upaya tersebut membutuhkan dukungan jaringan listrik yang memadai. Kami berharap PLN dapat menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke kawasan persawahan sehingga program Listrik Masuk Sawah dapat diwujudkan secara bertahap," ujar Suwardi Haseng.

Ia menjelaskan, kehadiran jaringan listrik di kawasan persawahan akan membuka peluang pemanfaatan pompa air berbasis listrik secara lebih luas. Dengan demikian, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan untuk mengairi lahan sehingga produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Manager PLN ULP Pajalesang, Muh. Faisal Hasan, bersama jajaran PLN UID Sulselrabar. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan penambahan jaringan distribusi listrik di kawasan pertanian sebagai salah satu prasyarat pelaksanaan program Listrik Masuk Sawah yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Soppeng.(**)

Samakan Persepsi, Kementerian Pertanian Gelar Sosialisasi program ICARE PIU BRMP Sistem di Soppeng


Soppeng, Kabarta.com--- Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) mulai mengimplementasikan Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Kabupaten Soppeng. Tahapan awal ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Kegiatan ICARE PIU BRMP Sistem yang berlangsung di Aula Pertemuan Gabungan Dinas, Kompleks Kantor Bupati Soppeng, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan sebelum program dijalankan di lapangan. Program ICARE dirancang untuk memperkuat pembangunan pertanian berbasis kawasan melalui pendekatan modern yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas, kelembagaan petani, hingga penguatan ekonomi pedesaan.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem), Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si, menjelaskan bahwa ICARE tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi pertanian, tetapi juga mendorong transformasi sektor pertanian agar lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh, perguruan tinggi, pelaku usaha hingga kelompok tani. Karena itu, penguatan kelembagaan petani, penerapan inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ICARE.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang memperoleh kepercayaan sebagai lokasi pelaksanaan Program ICARE Tahun Anggaran 2026. Pengembangan program akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Marioriawa, Donri-Donri, Lalabata, dan Ganra.

Sementara itu, sambutan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah H. Andi Haeruddin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, khususnya BRMP Sistem, atas penetapan Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program nasional tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kepercayaan tersebut harus dijawab dengan komitmen seluruh pihak agar pelaksanaan ICARE benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Soppeng.

Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, mengungkapkan bahwa nilai Program ICARE yang akan masuk ke Kabupaten Soppeng mencapai puluhan miliar rupiah.

Program tersebut akan menyasar 20 Brigade Pangan yang tersebar di empat kecamatan pelaksana dengan prioritas penerima manfaat adalah petani milenial berusia maksimal 40 tahun.

Menurut Asis Dahlan, penyaluran bantuan kepada Brigade Pangan direncanakan berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026 sesuai tahapan yang telah disusun.

Sosialisasi dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Soppeng, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani dan gabungan kelompok tani, perguruan tinggi, pelaku usaha pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain mendapatkan pemaparan mengenai pelaksanaan Program ICARE PIU BRMP Sistem, peserta juga mengikuti bimbingan teknis sebagai bekal dalam mengimplementasikan program di tingkat lapangan.(Red)

Jumat, 17 Juli 2026

Peringati HUT Bhayangkara Ke-80, Bupati Soppeng Ikuti Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI 2026

Makassar, Kabarta.com– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengikuti Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Januraga SPN Polda Sulsel, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (17/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Soppeng hadir bersama Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana dan Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto yang telah ditunjuk sebagai Kapolres Soppeng dan kini menunggu pelaksanaan serah terima jabatan. Momen kebersamaan ketiganya menjadi gambaran eratnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan jajaran Polri, sekaligus menandai kesinambungan kepemimpinan di Polres Soppeng.

Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI 2026 dibuka langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Satuan Brimob Polda Sulsel di bawah komando Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Ridwan.

Sebanyak sekitar 523 peserta ambil bagian dalam kejuaraan ini, terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas olahraga menembak. Selain Bupati Soppeng, Bupati Jeneponto juga turut ambil bagian sehingga hanya dua kepala daerah kabupaten yang mengikuti kejuaraan tersebut.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Dankodaeral VI/Makassar Laksda TNI Andi Abdul Aziz, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, perwakilan Pangdam XIV/Hasanuddin, Ketua KONI Sulsel Darmawangsyah Muin, Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, pimpinan instansi vertikal, serta para Kapolres jajaran Polda Sulawesi Selatan.

Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus menjadi wadah meningkatkan kemampuan serta prestasi olahraga menembak di Sulawesi Selatan.(**)

Photos

Breaking News

International

Tips

Sport

Pilkada

© Copyright 2019 KABARTA | All Right Reserved