National

Ads

Polri

Daerah

Nasional

Video

display this

Sabtu, 28 Februari 2026

Pastikan Situasi Aman dan Kondusif, Regu Patroli Perintis Presisi Samapta Polres Soppeng Pantau Misi Pasaraya

Soppeng Kabarta.com---- Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, dipekan kedua bulan ramadhan,Regu Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Soppeng melaksanakan patroli di Misi Pasaraya, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata. Sabtu, 28 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA.

Misi Pasaraya dikenal sebagai salah satu swalayan yang kerap ramai pengunjung, apalagi di hari libur seperti sekarang. Warga terlihat memadati area perbelanjaan untuk melengkapi kebutuhan rumah tangga selama Ramadhan. Tiga personel Sat Samapta yakni Aiptu Sudirman, Aipda Nurwandi dan Aipda Hermansyah melaksanakan patroli menggunakan satu unit mobil R4 Samapta.

Selain memantau situasi keamanan, personel juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap barang bawaan serta memastikan kendaraan terparkir dengan aman.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana,S.I.K.,M.I.K. menegaskan bahwa kehadiran personel di pusat-pusat keramaian merupakan bagian dari komitmen Polres dalam menjaga kenyamanan warga selama Ramadhan.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang, tanpa rasa khawatir. Apalagi di pekan kedua Ramadhan ini aktivitas masih cukup padat. Kehadiran anggota di lapangan adalah bentuk pelayanan kami agar situasi tetap aman dan tertib,” ungkap Kapolres.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar dan kondusif.(**)

Rabu, 25 Februari 2026

Terima Kunjungan Tim Waseng Mabes AD, Suwardi Haseng Apresiasi Pelaksanaan Program TMMD di Soppeng

Soppeng Kabarta.com--- Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., bersama forkopimda dan kepala SKPD menyambut kedatangan Tim Wasev (Pengawasan dan Evaluasi) Pusterad (Pusat Teritorial Angkatan Darat) Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Brigjen TNI Mukhlis, S.AP., M.M, bertempat di 888 Riverside Resort. Rabu (25/2/2026)

Bupati Soppeng dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan selamat datang kepada Brigjen TNI Mukhlis, S.AP., M.M,atas kedatangannya di Kabupaten Soppeng, dirinya sangat mengapresiasi atas pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 di wilayah Kabupaten Soppeng.

“TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan. Pemerintah Kabupaten Soppeng mendukung penuh kegiatan TMMD sebagai wujud kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,”ucapnya.

Menurut Bupati Soppeng kehadiran Tim Wasev menjadi motivasi untuk memastikan seluruh program berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan guna menyukseskan program tersebut,”ungkapnya.

Bupati Soppeng berharap kunjungan kerja Tim Wasev Ir Pusterad ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Soppeng melalui program TMMD.(**)

Pemerintah Desa Se-kabupaten Soppeng Teken MOU dan PKS dengan PT BRI

Soppeng, Kabarta.com--- Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., saksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Watansoppeng dengan Pemerintah Desa se-Kabupaten Soppeng di Aula Kantor Cabang BRI Watansoppeng, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BO Watansoppeng tanggal 22 Desember 2025 Nomor: 100.3.7/09.0.0.1/KSBD/XI/2025 tentang Layanan Jasa Perbankan.

Pada kegiatan tersebut, penandatanganan Nota kesepahaman dilakukan oleh  Kepala BPKPD Kabupaten Soppeng, Drs. H. Dipa, bersama BOH BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi.

BOH BRI Soppeng, Rahmatulloh Habibi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Nota kesepahaman tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan perbankan di lingkungan pemerintahan desa.

Keberadaan layanan jasa perbankan BRI di Kabupaten Soppeng memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas keuangan pemerintah desa, pembangunan, serta pelayanan publik kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa BRI mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui penerapan digitalisasi sistem pembayaran, khususnya Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Bupati Soppeng, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pihak BRI, kerja sama ini dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh desa demi mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Soppeng.(**)

Selasa, 24 Februari 2026

Dorong UMKM lokal Agar Mandiri dan Berdaya Saing, Pemkab Soppeng Gelar Pasar Ramadan Sukses

Soppeng, Kabarta.com---   Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, membuka secara resmi Pasar Ramadan Sukses 2026
Selasa (24/2/2026), di Lapangan Gasis, Jalan Pemuda Watansoppeng.

Kegiatan tahunan ini hadir sebagai sarana bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa sekaligus memperkuat silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi menegaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Ramadan Sukses merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk memastikan tradisi pasar Ramadan tetap berjalan dengan tertib, efisien, dan profesional.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mendorong UMKM lokal agar semakin mandiri dan berdaya saing. Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen menjadikan UMKM sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain menyediakan berbagai produk makanan dan minuman untuk berbuka, Pasar Ramadan Sukses 2026 menghadirkan inovasi berupa penyewaan tenda berukuran 3x3 meter.

Fasilitas ini ditujukan bagi pedagang UMKM agar dapat memaksimalkan penjualan dan menata lapak dengan lebih profesional.

Menurut Bupati Suwardi, langkah ini diharapkan memberi peluang tambahan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus menciptakan suasana pasar yang tertata rapi dan nyaman bagi pengunjung.

Kami ingin setiap pelaku UMKM merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini, bukan sekadar mendapatkan ruang jualan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha,” tambahnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan.

“Pasar Ramadan bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga tentang mempererat ikatan sosial dan tradisi lokal yang telah berlangsung turun-temurun,” kata Suwardi.

Acara pembukaan Pasar Ramadan Sukses 2026 dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pj. Sekda Kabupaten Soppeng, Staf Ahli dan Asisten Setda, Kepala SKPD, para Camat, pimpinan organisasi masyarakat dan pemuda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan yang menjadi ikon tahunan Kabupaten Soppeng ini.

Dengan penyelenggaraan yang profesional dan berkelanjutan, Pasar Ramadan Sukses 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kualitas ibadah selama Ramadan, serta penguatan tradisi pasar yang mendukung kesejahteraan masyarakat luas.(**)

Senin, 23 Februari 2026

Pemkab Soppeng dan Kejaksaan Tandatangani Nota KesepahamanTerkait Masalah Penanganan Masalah Hukum

Soppeng Kabarta.com--- Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kerja Sama dan Koordinasi dalam rangka Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin (23/02/2026)

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng bersama Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta Donna Sitohang, disaksikan Wakil Bupati Soppeng, Pj. Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, Asisten Setda, Kepala SKPD beserta jajaran eselon III, para Kepala Bagian Setda, Camat se-Kabupaten Soppeng, Kepala Desa/Lurah, serta Ketua BPD se-Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng  dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh keimanan dan sukacita, seraya berharap agar segala amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Bupati menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum serta aparat pengawasan internal pemerintah, agar setiap program dan kegiatan pembangunan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Kita ingin memastikan setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan didampingi secara hukum agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari. Kerja sama ini adalah langkah preventif agar seluruh jajaran bekerja dengan rasa aman dalam koridor aturan,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing berbasis agropolitan.

Sementara itu, Kajari Soppeng Sulta Donna Sitohang dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendampingi Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Kejari juga menekankan bahwa pendekatan preventif dan edukatif harus dikedepankan.

“Kami lebih mengedepankan pencegahan daripada penindakan. Namun apabila setelah diberikan pembinaan dan peringatan masih terjadi pelanggaran, tentu ada konsekuensi hukum,” tegasnya.

Kajari  mengingatkan seluruh kepala OPD, kepala desa, dan jajaran pemerintah daerah untuk tidak segan melaporkan apabila terdapat oknum yang mengatasnamakan dana desa atau melakukan pungutan liar.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya pengamanan dan penertiban aset daerah yang masih dikuasai pihak ketiga agar segera dikembalikan sesuai ketentuan.

“Tidak boleh ada aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas. Jika masih ada, kami minta segera dikembalikan. Ini demi kepentingan masyarakat dan optimalisasi pelayanan publik,” tegasnya.

Usai penandatanganan MoU, dilaksanakan penyerahan plakat dari Kajari Soppeng kepada Bupati Soppeng dan sebaliknya sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai manajemen pengelolaan desa, pencegahan tindak pidana korupsi, serta diskusi dan tanya jawab bersama peserta(**)

Minggu, 22 Februari 2026

Refleksi Satu Tahun Pemerintahannya, Bupati Soppeng Ajak Seluruh Elemen Untuk Perkuat Kebersamaan

Soppeng Kabarta.com--- Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar acara Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Soppeng yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, bertempat di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu (22/2/2025).

Kegiatan diawali dengan penayangan video refleksi perjalanan satu tahun kepemimpinan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati, Ir. Selle KS Dalle, yang menampilkan berbagai program, capaian, serta tantangan yang telah dilalui selama setahun terakhir dalam menakhodai pembangunan di Bumi Latemmamala.

Dalam sambutannya, H. Suwardi Haseng menyampaikan rasa syukur atas satu tahun pengabdian bersama Wakil Bupati untuk masyarakat Soppeng. Ia juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.

“Refleksi hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung kejujuran untuk melihat sejauh mana janji telah ditunaikan dan tantangan apa yang masih menghadang,” ujarnya.

Bupati mengungkapkan bahwa di awal masa pemerintahan, Kabupaten Soppeng menghadapi tantangan fiskal akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, yakni pengurangan APBD sebesar kurang lebih Rp70,6 miliar pada 2025 dan kembali berkurang Rp188 miliar pada 2026. Meski demikian, pemerintah daerah memilih jalur inovasi dan efisiensi tanpa membebani masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa secara makro, hingga September 2025 ekonomi Soppeng tumbuh 4,73 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 73,63 persen. Angka kemiskinan berada pada kisaran 6,65 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan dan nasional. Inflasi per November 2025 tercatat 2,42 persen, juga lebih rendah dari rata-rata provinsi dan nasional.

Untuk sektor pendidikan, Pemkab Soppeng mengalokasikan 33,4 persen APBD 2025. Sejumlah program strategis telah direalisasikan, antara lain pengadaan 5.400 set seragam dan sepatu gratis untuk siswa baru SD dan SMP, pengadaan 65 unit smart board, rehabilitasi 20 satuan pendidikan melalui APBD serta revitalisasi 23 sekolah melalui APBN.

Implementasi Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis nasional yang berhasil dihadirkan di Soppeng. Kabupaten Soppeng ditetapkan sebagai salah satu dari 100 titik tahap pertama Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial RI dengan nama Sekolah Rakyat 64 Soppeng. Untuk 2026, pembangunan Sekolah Rakyat berkonsep boarding school dengan anggaran Rp243 miliar yang saat ini sementara dalam proses pembangunan diatas areal seluas 7,1 hektar, berlokasi di Lingkungan Laempa Kelurahan Lalabata Rilau.

Atas komitmen tersebut, pada 29 November 2025, Pemkab Soppeng menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi terhadap kemajuan pendidikan.

Sedangkan di sektor kesehatan, peningkatan layanan difokuskan pada RSUD Latemmamala. Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari penyediaan obat, optimalisasi antrean JKN Online, implementasi SIM-RS, hingga peningkatan fasilitas ruang rawat inap sesuai standar KRIS.

Defisit anggaran BLUD RSUD berhasil ditekan dari Rp18,8 miliar di akhir 2024 menjadi Rp3,7 miliar di akhir 2025. Selain itu, penguatan puskesmas, pembangunan Unit Transfusi Darah, serta alokasi Rp28,2 miliar untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC) Non-Cut Off turut memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Sektor pertanian menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Total anggaran prasarana dan sarana pertanian 2025 mencapai Rp57,17 miliar, mencakup pembangunan jalan usaha tani, irigasi, program listrik masuk sawah, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta benih unggul.

Produksi padi meningkat 9,93 persen dan produksi jagung melonjak 32,50 persen dibanding tahun sebelumnya. Serapan gabah petani juga melampaui target hingga 117 persen.

Kabupaten Soppeng juga meraih penghargaan dari Bank BRI atas implementasi Kartu Tani terbaik kedua di Sulawesi Selatan.

Di sektor infrastruktur, peningkatan dan preservasi enam ruas jalan sepanjang 3,7 km, penggantian dua jembatan, serta peningkatan dua ruas jalan melalui Inpres dengan dukungan APBN senilai sekitar Rp50 miliar telah dilaksanakan.

Pada aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Soppeng meraih skor 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh KPK, menempatkan Soppeng pada peringkat pertama kategori Zona Hijau/Terjaga di Sulawesi Selatan. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 juga meningkat menjadi 88,53.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan fokus pada visi “Soppeng Sehat, Maju dan Berdaya Saing berbasis Agropolitan.”

Acara tersebut turut dihadiri Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Kepala Kementerian Agama,Kepala Kementerian Haji dan Umroh, Sekretaris Daerah dan jajaran ASN, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, kepala desa dan lurah, insan pers, serta masyarakat Kabupaten Soppeng.(**)

Rabu, 18 Februari 2026

Upaya Strategis Pemkab Soppeng Mengatasi Persoalan Ketersediaan Air Bersih Melalui Proyek SPAM dengan Skema BOT


Soppeng Kabarta.com -- Bupati Soppeng Suwardi Haseng memimpin langsung pemaparan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT) bersama jajaran Direksi PDAM dan investor, di Ruang Rapat Pimpinan, Rabu (18/2/2026).

Langkah tersebut disebut sebagai upaya strategis Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat infrastruktur dasar, khususnya layanan air bersih, guna mendukung visi “Soppeng Setara”.

Dalam paparannya, Suwardi menegaskan bahwa skema BOT menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih, terutama di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya.

“Insya Allah, masalah air PDAM bisa teratasi, khususnya di Kota Watansoppeng. Ini bukan pinjaman, melainkan kerja sama investasi dengan durasi 30 tahun,” ujarnya kepada awak media, Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan, proyek tersebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena pembiayaan sepenuhnya berasal dari investor selama masa kerja sama berlangsung.

Menurut Suwardi, pembenahan manajemen dan infrastruktur air bersih merupakan kebutuhan mendesak agar masyarakat memperoleh hak dasar atas layanan air minum yang layak dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, mengatakan peningkatan SPAM akan difokuskan pada dua pilar utama.

Pertama, penggantian jaringan pipa lama yang kerap mengalami kebocoran maupun penyumbatan guna memastikan distribusi dan tekanan air tetap stabil hingga ke rumah pelanggan.

Kedua, penyediaan sumber air baru melalui pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan.

Hasanuddin menilai perombakan menyeluruh tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan PDAM kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, skema BOT memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif tanpa menggunakan dana APBD. Sesuai regulasi, seluruh aset yang dibangun akan menjadi milik pemerintah daerah setelah masa kerja sama berakhir.

“Tiga prinsip utama dalam proyek ini adalah zero APBD, penerapan teknologi modern yang transparan, serta peningkatan cakupan pelayanan secara berkelanjutan,” katanya.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Sekretaris Daerah Soppeng Andi Muhammad Surahman, para kepala dinas terkait, Direksi PDAM, serta pihak investor.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap proyek ini menjadi tonggak baru dalam penguatan layanan air bersih dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut.(**) 

Photos

Breaking News

International

Tips

Sport

Pilkada

© Copyright 2019 KABARTA | All Right Reserved