display this

Kamis, 16 Juli 2026

Bupati Soppeng Buka Sosialisasi Program DAK Sanitasi TA 2026 Bagi Kelompok Penerima Manfaat

Soppeng Kabarta.com---  Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Hibah Pembangunan Tangki Septik Individual Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi Tahun Anggaran 2026 bagi Kelompok Penerima Manfaat pada empat kelurahan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Rabu (15/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng mengatakan pembangunan tangki septik individual merupakan program yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Soppeng karena memiliki dampak besar terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penyediaan sanitasi yang layak.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Soppeng Tahun 2025–2029, yakni mewujudkan "Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing dalam Sistem Agropolitan."

"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar Suwardi.

Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik sehingga mampu mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Bupati juga mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan membuang limbah domestik secara sembarangan karena dapat mencemari lingkungan dan menjadi sumber berbagai penyakit. 

Menurutnya, keberadaan tangki septik individual harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar manfaat program sanitasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Harapan kita, tidak ada lagi masyarakat yang membuang limbah sembarangan sehingga tercipta lingkungan yang sehat. Sanitasi yang layak akan melahirkan masyarakat yang sehat," katanya.

Kegiatan sosialisasi hibah ini diikuti kelompok penerima manfaat dari empat kelurahan, yakni Pajalesang, Cabenge, Macanre, dan Ujung. Masing-masing kelurahan memperoleh alokasi pembangunan sebanyak 50 unit tangki septik individual, sehingga total bantuan yang akan dibangun melalui Program DAK Sanitasi Tahun 2026 mencapai 200 unit.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Soppeng yang diwakili oleh Kabid Cipta Karya, Camat Lilirilau, pendamping teknis kegiatan dari Dinas PUPR, para lurah dari empat kelurahan penerima manfaat, serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang terlibat dalam pelaksanaan program.(**)

Senin, 13 Juli 2026

Pastikan Pengelolaan Sampah Berjalan Lebih Efektif dan Berkelanjutan, Bupati Soppeng Tinjau TPA Lempa

Soppeng Kabarta.com---  Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Lempa di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Senin (13/7/2026), untuk memantau langsung kondisi sarana, prasarana, serta sistem pengelolaan sampah di sektor hilir.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) terhadap operasional TPA sekaligus memastikan pengelolaan sampah di Kabupaten Soppeng berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam peninjauannya, Bupati menyoroti kondisi blok pembuangan yang masih aktif dan meminta agar segera dilakukan pembenahan, termasuk penerapan sistem sel harian (daily cover). Langkah tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas TPA sekaligus memperpanjang umur pakainya.

"Pengelolaan TPA harus dilakukan dengan baik agar kapasitas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujar Suwardi Haseng.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup dilakukan di hilir, tetapi harus dimulai dari sumbernya. Karena itu, masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga, disertai penguatan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan bank sampah di tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan.

Selain itu, Suwardi juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah agar tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki nilai ekonomi.

Salah satu teknologi yang dinilai potensial adalah Refuse Derived Fuel (RDF), yakni mengolah sampah, terutama sampah plastik yang telah dipilah dan dicacah, menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga membuka peluang terciptanya sumber pendapatan dari sektor pengelolaan sampah.

Berdasarkan dokumen perencanaan Pemerintah Kabupaten Soppeng, TPA Lempa memiliki luas sekitar 6 hektare, dengan kapasitas desain sekitar 280 ribu meter kubik. Dalam dokumen RPJPD Kabupaten Soppeng 2025–2045, pemerintah daerah juga menegaskan perlunya peningkatan kapasitas dan penanganan TPA agar masa layanannya dapat terus dioptimalkan.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng, Aryadin Arif, S.TP., M.Si., bersama Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng.(**)

Minggu, 12 Juli 2026

Bupati Suwardi Haseng Didampingi Ketua Dekranasda Soppeng Hadiri Penutupan HUT ke-46 Dekranas di Makassar

Makassar, Kabarta.com– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menghadiri penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (11/7/2026). Ia hadir didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, bersama jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Penutupan rangkaian HUT Dekranas tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan nasional yang mempertemukan para perajin, pelaku UMKM, dan pengurus Dekranas dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada momen penutupan itu, wastra khas Soppeng bermotif "Lagosi Caddi Kalong" turut mendapat perhatian. Selendang wastra karya perajin Kabupaten Soppeng tersebut dikenakan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, sebagai pelengkap busana pada acara penutupan HUT ke-46 Dekranas dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas di Makassar tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah.

Namun, menurutnya, nilai terbesar dari penyelenggaraan Dekranas adalah kemampuannya mengangkat potensi kerajinan Indonesia agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.

"Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia," ujar Tito.

Ia menambahkan, industri kerajinan dunia memiliki potensi pasar yang sangat besar, mencapai sekitar Rp500 triliun setiap tahun. Karena itu, para perajin di daerah didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, dan memperluas akses pemasaran.

Selama mengikuti rangkaian HUT ke-46 Dekranas, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan berbagai produk unggulan daerah, antara lain Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, fashion karya Mijel, fashion etnik Dituta, serta craft Otti Dituta. 

Dekranasda Soppeng juga berpartisipasi dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi, karya  Hj. Nurlela, anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng sekaligus pemilik Cantika Sabbena Soppeng, di desain oleh Desainer Mijel Soppeng, yang diperagakan oleh anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng, Riska Nasrika.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng berharap momentum HUT Dekranas menjadi dorongan bagi pengembangan industri kerajinan di Kabupaten Soppeng.

"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujar Suwardi.

Menurutnya, dikenakannya selendang wastra motif "Lagosi Caddi Kalong" oleh Tri Tito Karnavian menjadi kebanggaan bagi masyarakat Soppeng sekaligus menunjukkan bahwa karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu tampil dan mendapat apresiasi pada ajang nasional.(**)

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Soppeng Terima Kunjungan Rombongan Mahasiswa Internasional Peserta NISC-PH 2026


Soppeng Kabarta.com--- Soppeng, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima dan menjamu rombongan mahasiswa internasional peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026).

Kunjungan ke Kabupaten Soppeng merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lapangan NISC-PH 2026 yang berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Selama berada di Soppeng, para peserta mengikuti pembelajaran berbasis masyarakat melalui praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta pertukaran akademik dan budaya di sejumlah desa.

Program NISC-PH 2026 merupakan agenda internasional yang diselenggarakan FKM Unhas dengan konsep hybrid course and excursion. Kegiatan diawali dengan pembelajaran daring pada 15–27 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026 di Makassar, Maros, dan Soppeng.

Selain mengikuti kegiatan akademik, para peserta juga melaksanakan community outreach, kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat, serta mengikuti kegiatan pertukaran budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Peserta yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng merupakan mahasiswa internasional dari Mahidol University dan Soonchunhyang University, bersama mahasiswa asing dan mahasiswa kelas internasional FKM Unhas.

Rombongan didampingi oleh sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski.

Selama pelaksanaan kegiatan di Soppeng, para mahasiswa ditempatkan di lima lokasi, yakni Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di lokasi tersebut mereka melaksanakan pembelajaran lapangan yang berfokus pada praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta refleksi hasil pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Soppeng kembali menjadi salah satu lokasi pembelajaran internasional FKM Unhas. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik, memperkenalkan praktik pemberdayaan masyarakat yang berkembang di daerah, sekaligus menjadi sarana promosi potensi Kabupaten Soppeng di tingkat internasional. (Red)

Senin, 29 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Lepas 149 atlet Soppeng Untuk Berlaga Di Anjang Porsenijar PGRI

Soppeng Kabarta.com--- Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, secara resmi memberangkatkan kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng yang akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Senin (29/6/2026).

Sebanyak 149 atlet dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Soppeng pada 9 cabang olahraga dan seni, termasuk berpartisipasi dalam nomor ekshibisi domino. Keberangkatan kontingen ini menjadi awal perjuangan para atlet dalam menghadapi Porsenijar yang akan digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang pada 2–6 Juli 2026.

Dalam arahannya, Bupati Suwardi Haseng mengingatkan seluruh atlet agar memberikan perhatian penuh terhadap pertandingan yang akan dijalani. Menurutnya, kontingen Soppeng hadir bukan hanya untuk memeriahkan kegiatan, tetapi juga membawa misi meraih hasil terbaik.

"Lupakan dulu Piala Dunia. Sekarang saatnya berkonsentrasi pada pertandingan yang ada di depan mata. Berikan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan bawa nama baik Kabupaten Soppeng," pesan Suwardi yang disambut antusias para atlet.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh anggota kontingen untuk terus menjaga kekompakan, kedisiplinan, dan kebersamaan selama mengikuti Porsenijar. Ia berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara keluarga besar PGRI se-Sulawesi Selatan.


Di kesempatan yang sama, Ketua Kontingen PGRI Kabupaten Soppeng, Nur Alim, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap keikutsertaan kontingen. Ia optimistis seluruh atlet akan berjuang maksimal demi mengukir prestasi yang membanggakan daerah.

Bupati Suwardi Haseng juga mengungkapkan rencananya untuk menghadiri malam pembukaan Porsenijar PGRI di Kabupaten Sidenreng Rappang. Selain mengikuti rangkaian kegiatan resmi, ia juga akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dengan Bupati Sidrap yang merupakan sahabat lamanya saat bersama-sama menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan pelepasan turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Soppeng Naharuddin, Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs. Sulo, Ketua Kontingen Nur Alim, jajaran pengurus PGRI, para ofisial, serta seluruh anggota kontingen.

Dengan bekal semangat juang, kebersamaan, dan persiapan yang matang, Kontingen PGRI Kabupaten Soppeng menargetkan mampu tampil kompetitif serta mengukir prestasi terbaik pada ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026.(**)

Sabtu, 20 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Harap Duta Anak Dapat Berperan Sebagai Pelapor dan Pelapor

Soppeng Kabarta.com— Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng berharap Duta Anak Kabupaten Soppeng dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak dari berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda. Harapan tersebut disampaikan saat membuka Pemilihan Duta Anak Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Sabtu (20/6/2026). 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum Anak Kabupaten Soppeng yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suwarni Suwardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Soppeng Hj. A. Husniati, S.Sos., M.M., Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, sejumlah pimpinan OPD terkait, para juri, pengurus Forum Anak Soppeng Latemmamala, serta para finalis Duta Anak Kabupaten Soppeng.

Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemenuhan hak anak dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan maupun diskriminasi menjadi tanggung jawab bersama. 

Menurutnya, keberadaan Duta Anak diharapkan mampu menjadi pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak dari kekerasan, perundungan, maupun pernikahan usia dini. Duta Anak juga diharapkan dapat menyuarakan aspirasi anak mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Hj. A. Husniati, mengatakan pembinaan anak memerlukan dukungan lingkungan yang sehat dan aman agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.

"Anak ibarat benih yang sedang tumbuh. Tugas kita bukan menariknya agar cepat besar, melainkan memastikan tanahnya subur, airnya cukup, dan lingkungannya aman. Dengan cara itu mereka dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki," ujarnya.

Husniati menambahkan, Duta Anak yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi bagi anak-anak di Kabupaten Soppeng. Mereka tidak hanya menjalankan peran seremonial, tetapi juga hadir di tengah teman sebaya untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi anak.

"Duta Anak bukan dipilih untuk menjadi yang paling menonjol di atas panggung. Mereka diharapkan mampu hadir di tengah teman-temannya, mendengar persoalan yang dihadapi anak, lalu menyampaikannya melalui jalur yang tepat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Soppeng juga mengajak seluruh finalis untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan merencanakan masa depan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa mendatang. 

Pemilihan Duta Anak Kabupaten Soppeng Tahun 2026 diikuti oleh puluhan peserta yang akan bersaing untuk menjadi representasi anak-anak Soppeng dalam menyuarakan aspirasi, hak, dan kepentingan anak di berbagai forum.(**)

Jumat, 19 Juni 2026

Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 64 Soppeng Gelar Open Hause

Soppeng Kabarta.com—  Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Soppeng menggelar Open House Setahun Sekolah Rakyat di kampus sementara eks Rumah Sakit Ajjappange, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada masyarakat perkembangan program Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu tahun di Kabupaten Soppeng.

Open house dihadiri Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, unsur Forkopimda, Plt Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat, Kepala Desa dan Lurah, orang tua calon siswa, calon siswa, serta sejumlah undangan lainnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Soppeng tidak lepas dari kesiapan daerah dalam menyambut program nasional tersebut. Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, hanya sembilan daerah yang ditetapkan sebagai penyelenggara Sekolah Rakyat pada tahap awal, dan Soppeng menjadi salah satunya. 

Penetapan itu menempatkan Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah pelopor pelaksanaan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala SRT 64 Soppeng, Arni Arjilla, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut menyelenggarakan dua jenjang pendidikan, yakni Sekolah Rakyat Dasar (SRD) dan Sekolah Rakyat Pertama (SRP), masing-masing dengan jumlah 50 siswa. Proses pembelajaran didukung oleh 60 guru dan tenaga kependidikan.

Arni mengungkapkan, sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Saat awal masuk sekolah, banyak siswa yang menceritakan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Menurutnya, seluruh kebutuhan dasar siswa kini dijamin oleh negara. Selain memperoleh makanan bergizi tiga kali sehari, siswa juga mendapatkan makanan ringan dua kali sehari, susu secara rutin, serta fasilitas laptop dengan skema satu siswa satu laptop.

Ia juga menyebut kondisi kesehatan siswa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin oleh tim puskesmas maupun rumah sakit, dengan rata-rata kenaikan berat badan siswa antara dua hingga lima kilogram.

“Peningkatan kualitas kesehatan siswa terlihat dari hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap bulan,” katanya.

Pada tahun ajaran mendatang, SRT 64 Soppeng akan menambah kapasitas peserta didik menjadi 270 siswa yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing sebanyak 90 siswa.

Sementara itu, Bupati Soppeng dalam sambutannya mengingatkan bahwa Kabupaten Soppeng merupakan salah satu daerah yang mendapat kesempatan menyelenggarakan Sekolah Rakyat pada tahap awal program tersebut di Sulawesi Selatan.

“Satu tahun yang lalu kita memulai langkah berani dengan berupaya menghadirkan Sekolah Rakyat di Bumi Latemmamala. Alhamdulillah pada 15 Agustus 2025 Kabupaten Soppeng ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu penyelenggara Sekolah Rakyat di antara sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan,” katanya.

Bupati menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Tujuannya jelas, Bapak Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak usia sekolah dalam wilayah NKRI yang putus sekolah, termasuk di Bumi Latemmamala,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus mendukung keberlanjutan program tersebut agar memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng mendukung penuh pelaksanaan dan keberlanjutan Sekolah Rakyat di Bumi Latemmamala ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal, memfasilitasi, dan membesarkan Sekolah Rakyat agar dapat menjadi role model pendidikan inklusif yang berkeadilan di Sulawesi Selatan, bahkan di tingkat nasional,” katanya.

Open House Setahun Sekolah Rakyat digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serentak menjelang satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pendidikan, pola pengasuhan, serta perkembangan para siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.(**)
© Copyright 2019 KABARTA | All Right Reserved