display this

Rabu, 29 Juli 2026

Semarak HUT Ke-46 Dekranas, Bupati Suwardi Bersama Ketua Dekranasda Soppeng Ikuti Jalan Sehat Sulsel Anti Mager

Makassar Kabarta.com--- Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, mengikuti kegiatan Jalan Sehat Sulsel Anti Mager yang digelar di Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Keduanya hadir bersama anggota Tim Penggerak PKK dan jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Kegiatan jalan sehat tersebut dilepas secara resmi oleh Ketua Dekranas Ibu Selvi Gibran Raka, Ketua Harian Dekranas Ibu Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan diikuti ribuan peserta yang terdiri atas perwakilan seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan serta masyarakat Kota Makassar.

Mengambil rute dari Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan menuju Lapangan Hasanuddin Makassar, kegiatan ini tidak hanya mengampanyekan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah.

Selain jalan sehat, peserta juga menikmati berbagai layanan gratis, seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian kacamata, serta berkesempatan memperoleh beragam hadiah doorprize, termasuk hadiah utama satu unit mobil.

Keikutsertaan H. Suwardi Haseng dan Hj. Suarni Suwardi bersama rombongan Kabupaten Soppeng melengkapi rangkaian kegiatan mereka dalam peringatan HKG PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas di Makassar, setelah sebelumnya mengikuti syukuran HUT Dekranas, pameran produk unggulan daerah, serta fashion show wastra Nusantara yang menampilkan karya khas Kabupaten Soppeng.(**)

Bupati Soppeng Terima Forum Komunikasi Pondok Pesantren Terkait Peringatan Hari Santri 2026

Soppeng, Kabarta.com---. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menerima kunjungan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Soppeng di ruang kerjanya di Kantor Bupati Soppeng (29/7/ 2026).

Rombongan dipimpin Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Soppeng Najamuddin, S.Ag., M.Pd.I. Ia hadir bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren di antaranya H. Muh. Taslim Basri Daud, Lc selaku pimpinan Ponpes Yasrib Soppeng, H. A. Darwis, S.Ag., M.Ag. dari Kementerian Agama Soppeng, KM. Sulaeman, S.Pd.I. pimpinan Ponpes Pergi Ganra, serta H. Supriadi, Lc yang merupakan wakil pimpinan DDI Pattojo.

Najamuddin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan peringatan Hari Santri yang akan diperingati pada 22 Oktober 2026.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan Hari Santri. Kami juga berharap Bupati Soppeng dapat hadir pada kegiatan tersebut,” ujar Najamuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren selama ini.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pesantren di Soppeng. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang,” katanya.

Menurut Najamuddin, pelaksanaan peringatan Hari Santri di Kabupaten Soppeng akan digelar secara bertahap di setiap kecamatan, dengan titik awal kegiatan direncanakan berlangsung di Kecamatan Marioriawa.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyambut baik rencana kegiatan tersebut serta menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan pesantren.

“Pesantren itu punya peran besar dalam membentuk anak-anak kita, bukan hanya dari sisi ilmu agama tapi juga akhlaknya. Pemerintah daerah tentu akan terus memberi perhatian agar pesantren di Soppeng bisa berkembang dengan baik,” ujar Suwardi.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyampaian undangan kepada Bupati Soppeng untuk menghadiri peringatan Hari Santri.(**)

Bupati Soppeng Serahkan Rancangan KUA dan PPAS TA 2027 Dalam Rapat Paripurna DPRD

Soppeng, Kabarta.com— Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Soppeng, H. Naspidin (29/7/2026). 

Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta undangan lainnya.

Penyerahan KUA-PPAS ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah, kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan proyeksi indikator makro pembangunan Kabupaten Soppeng tahun 2027, antara lain pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 4,83 persen hingga 6,12 persen, tingkat kemiskinan 5,84 persen hingga 6,19 persen, serta tingkat pengangguran terbuka 2,67 persen hingga 2,95 persen. Selain itu, PDRB per kapita ditargetkan mencapai Rp82,97 juta hingga Rp83,89 juta dengan Indeks Pembangunan Manusia pada kisaran 74,75 hingga 75,36 poin. 

Bupati juga memaparkan proyeksi struktur APBD Tahun Anggaran 2027. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp949,88 miliar, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp206,76 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp743,12 miliar. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp950,67 miliar.

Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp30 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan antara lain dialokasikan untuk pembayaran cicilan pokok utang program PEN sebesar Rp20,04 miliar serta pembayaran utang daerah sebesar Rp9,16 miliar. 

Meski indikator pembangunan menunjukkan tren positif, Bupati Suwardi Haseng mengingatkan adanya tantangan fiskal yang masih dihadapi daerah. 

“Ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih relatif tinggi, ruang fiskal daerah masih terbatas, serta kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik terus meningkat,” ujarnya. 

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen memperkuat kemandirian fiskal dan efektivitas belanja daerah.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus melakukan penguatan Pendapatan Asli Daerah, meningkatkan efisiensi belanja, serta memastikan setiap program dan kegiatan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui penyampaian Rancangan KUA dan PPAS ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap pembahasan bersama DPRD dapat berjalan secara konstruktif, sehingga menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selasa, 21 Juli 2026

Hadiri Rakor PM-AAS Sulsel, Bupati Soppeng Teken komitmen Pencapaian Target

Makassar Kabarta.com– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budi Daya Padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, dan menghadirkan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., yang memberikan arahan mengenai percepatan penerapan PM-AAS sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Rakor tersebut diikuti para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan bersama jajaran Kementerian Pertanian, perangkat daerah, perguruan tinggi, BUMN, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan langkah dalam pelaksanaan program PM-AAS di Sulawesi Selatan. 

Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan target penerapan PM-AAS di Sulawesi Selatan seluas 91.340 hektare pada 2026. Target tersebut merupakan bagian dari program nasional pengembangan pertanian modern seluas 1 juta hektare guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan. 

Selain sosialisasi program, rakor juga membahas kesiapan sarana dan prasarana pendukung, dukungan penyediaan pupuk, serta pembagian target pelaksanaan di setiap kabupaten dan kota. Diskusi dilakukan untuk memastikan seluruh daerah memiliki kesiapan yang sama dalam mengimplementasikan PM-AAS. 

Pada akhir kegiatan, Bupati H. Suwardi Haseng bersama seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan menandatangani komitmen pencapaian target PM-AAS. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan penerapan sistem budidaya padi modern yang mengedepankan mekanisasi, penggunaan teknologi, serta peningkatan produktivitas pertanian. 

Keikutsertaan Kabupaten Soppeng dalam penandatanganan komitmen tersebut menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk terus mendukung transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mewujudkan swasembada pangan di Sulawesi Selatan dan tingkat nasional.(**)

Bahas Perluasan Jaringan Listrik Masuk Sawah, Bupati Soppeng Lakukan Koordinasi Dengan PLN Wilayah Sulselbar

Makassar Kabarta.com---  Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng tidak berhenti mencari jalan agar sawah-sawah tadah hujan di Kabupaten Soppeng memiliki sumber air yang lebih terjamin. Salah satu kebutuhan yang kini menjadi perhatian adalah tersedianya jaringan listrik untuk menggerakkan pompa air dari sungai maupun sumur bor. 

Bupati Suwardi Haseng didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, melakukan pertemuan di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama General Manager UID Sulselrabar, Edyansyah, Senin (20/7/2026).

Pertemuan ini menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan visi Listrik Masuk Sawah. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses listrik di kawasan pertanian sehingga pompa air dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produktivitas sawah tadah hujan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Soppeng menyampaikan harapan agar PLN dapat memperluas jangkauan jaringan distribusi listrik ke kawasan pertanian yang menjadi sasaran program Listrik Masuk Sawah.

"Sebagian besar sawah di Kabupaten Soppeng masih bergantung pada air hujan. Karena itu, kami mendorong pengembangan pompanisasi agar petani memiliki sumber air yang lebih terjamin dan dapat meningkatkan intensitas tanam. Upaya tersebut membutuhkan dukungan jaringan listrik yang memadai. Kami berharap PLN dapat menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke kawasan persawahan sehingga program Listrik Masuk Sawah dapat diwujudkan secara bertahap," ujar Suwardi Haseng.

Ia menjelaskan, kehadiran jaringan listrik di kawasan persawahan akan membuka peluang pemanfaatan pompa air berbasis listrik secara lebih luas. Dengan demikian, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan untuk mengairi lahan sehingga produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Manager PLN ULP Pajalesang, Muh. Faisal Hasan, bersama jajaran PLN UID Sulselrabar. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan penambahan jaringan distribusi listrik di kawasan pertanian sebagai salah satu prasyarat pelaksanaan program Listrik Masuk Sawah yang tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Soppeng.(**)

Samakan Persepsi, Kementerian Pertanian Gelar Sosialisasi program ICARE PIU BRMP Sistem di Soppeng


Soppeng, Kabarta.com--- Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) mulai mengimplementasikan Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Kabupaten Soppeng. Tahapan awal ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Kegiatan ICARE PIU BRMP Sistem yang berlangsung di Aula Pertemuan Gabungan Dinas, Kompleks Kantor Bupati Soppeng, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan sebelum program dijalankan di lapangan. Program ICARE dirancang untuk memperkuat pembangunan pertanian berbasis kawasan melalui pendekatan modern yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas, kelembagaan petani, hingga penguatan ekonomi pedesaan.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem), Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si, menjelaskan bahwa ICARE tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi pertanian, tetapi juga mendorong transformasi sektor pertanian agar lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh, perguruan tinggi, pelaku usaha hingga kelompok tani. Karena itu, penguatan kelembagaan petani, penerapan inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ICARE.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang memperoleh kepercayaan sebagai lokasi pelaksanaan Program ICARE Tahun Anggaran 2026. Pengembangan program akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Marioriawa, Donri-Donri, Lalabata, dan Ganra.

Sementara itu, sambutan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah H. Andi Haeruddin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, khususnya BRMP Sistem, atas penetapan Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program nasional tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kepercayaan tersebut harus dijawab dengan komitmen seluruh pihak agar pelaksanaan ICARE benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan mempercepat pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Soppeng.

Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, mengungkapkan bahwa nilai Program ICARE yang akan masuk ke Kabupaten Soppeng mencapai puluhan miliar rupiah.

Program tersebut akan menyasar 20 Brigade Pangan yang tersebar di empat kecamatan pelaksana dengan prioritas penerima manfaat adalah petani milenial berusia maksimal 40 tahun.

Menurut Asis Dahlan, penyaluran bantuan kepada Brigade Pangan direncanakan berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026 sesuai tahapan yang telah disusun.

Sosialisasi dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Soppeng, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani dan gabungan kelompok tani, perguruan tinggi, pelaku usaha pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain mendapatkan pemaparan mengenai pelaksanaan Program ICARE PIU BRMP Sistem, peserta juga mengikuti bimbingan teknis sebagai bekal dalam mengimplementasikan program di tingkat lapangan.(Red)

Jumat, 17 Juli 2026

Peringati HUT Bhayangkara Ke-80, Bupati Soppeng Ikuti Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI 2026

Makassar, Kabarta.com– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengikuti Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Januraga SPN Polda Sulsel, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (17/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Soppeng hadir bersama Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana dan Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto yang telah ditunjuk sebagai Kapolres Soppeng dan kini menunggu pelaksanaan serah terima jabatan. Momen kebersamaan ketiganya menjadi gambaran eratnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan jajaran Polri, sekaligus menandai kesinambungan kepemimpinan di Polres Soppeng.

Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI 2026 dibuka langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Satuan Brimob Polda Sulsel di bawah komando Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Ridwan.

Sebanyak sekitar 523 peserta ambil bagian dalam kejuaraan ini, terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, hingga komunitas olahraga menembak. Selain Bupati Soppeng, Bupati Jeneponto juga turut ambil bagian sehingga hanya dua kepala daerah kabupaten yang mengikuti kejuaraan tersebut.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Dankodaeral VI/Makassar Laksda TNI Andi Abdul Aziz, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, perwakilan Pangdam XIV/Hasanuddin, Ketua KONI Sulsel Darmawangsyah Muin, Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, pimpinan instansi vertikal, serta para Kapolres jajaran Polda Sulawesi Selatan.

Kejuaraan Menembak Kapolda Sulsel Cup XI menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus menjadi wadah meningkatkan kemampuan serta prestasi olahraga menembak di Sulawesi Selatan.(**)

Kamis, 16 Juli 2026

Bupati Soppeng Buka Sosialisasi Program DAK Sanitasi TA 2026 Bagi Kelompok Penerima Manfaat

Soppeng Kabarta.com---  Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Hibah Pembangunan Tangki Septik Individual Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi Tahun Anggaran 2026 bagi Kelompok Penerima Manfaat pada empat kelurahan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Rabu (15/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng mengatakan pembangunan tangki septik individual merupakan program yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Soppeng karena memiliki dampak besar terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penyediaan sanitasi yang layak.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Soppeng Tahun 2025–2029, yakni mewujudkan "Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing dalam Sistem Agropolitan."

"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar Suwardi.

Ia berharap seluruh penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik sehingga mampu mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Bupati juga mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan membuang limbah domestik secara sembarangan karena dapat mencemari lingkungan dan menjadi sumber berbagai penyakit. 

Menurutnya, keberadaan tangki septik individual harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar manfaat program sanitasi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Harapan kita, tidak ada lagi masyarakat yang membuang limbah sembarangan sehingga tercipta lingkungan yang sehat. Sanitasi yang layak akan melahirkan masyarakat yang sehat," katanya.

Kegiatan sosialisasi hibah ini diikuti kelompok penerima manfaat dari empat kelurahan, yakni Pajalesang, Cabenge, Macanre, dan Ujung. Masing-masing kelurahan memperoleh alokasi pembangunan sebanyak 50 unit tangki septik individual, sehingga total bantuan yang akan dibangun melalui Program DAK Sanitasi Tahun 2026 mencapai 200 unit.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Soppeng yang diwakili oleh Kabid Cipta Karya, Camat Lilirilau, pendamping teknis kegiatan dari Dinas PUPR, para lurah dari empat kelurahan penerima manfaat, serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang terlibat dalam pelaksanaan program.(**)

Senin, 13 Juli 2026

Pastikan Pengelolaan Sampah Berjalan Lebih Efektif dan Berkelanjutan, Bupati Soppeng Tinjau TPA Lempa

Soppeng Kabarta.com---  Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Lempa di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Senin (13/7/2026), untuk memantau langsung kondisi sarana, prasarana, serta sistem pengelolaan sampah di sektor hilir.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) terhadap operasional TPA sekaligus memastikan pengelolaan sampah di Kabupaten Soppeng berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dalam peninjauannya, Bupati menyoroti kondisi blok pembuangan yang masih aktif dan meminta agar segera dilakukan pembenahan, termasuk penerapan sistem sel harian (daily cover). Langkah tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas TPA sekaligus memperpanjang umur pakainya.

"Pengelolaan TPA harus dilakukan dengan baik agar kapasitas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujar Suwardi Haseng.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup dilakukan di hilir, tetapi harus dimulai dari sumbernya. Karena itu, masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga, disertai penguatan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan bank sampah di tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan.

Selain itu, Suwardi juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah agar tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki nilai ekonomi.

Salah satu teknologi yang dinilai potensial adalah Refuse Derived Fuel (RDF), yakni mengolah sampah, terutama sampah plastik yang telah dipilah dan dicacah, menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga membuka peluang terciptanya sumber pendapatan dari sektor pengelolaan sampah.

Berdasarkan dokumen perencanaan Pemerintah Kabupaten Soppeng, TPA Lempa memiliki luas sekitar 6 hektare, dengan kapasitas desain sekitar 280 ribu meter kubik. Dalam dokumen RPJPD Kabupaten Soppeng 2025–2045, pemerintah daerah juga menegaskan perlunya peningkatan kapasitas dan penanganan TPA agar masa layanannya dapat terus dioptimalkan.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng, Aryadin Arif, S.TP., M.Si., bersama Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng.(**)

Minggu, 12 Juli 2026

Bupati Suwardi Haseng Didampingi Ketua Dekranasda Soppeng Hadiri Penutupan HUT ke-46 Dekranas di Makassar

Makassar, Kabarta.com– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menghadiri penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (11/7/2026). Ia hadir didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, bersama jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Penutupan rangkaian HUT Dekranas tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan nasional yang mempertemukan para perajin, pelaku UMKM, dan pengurus Dekranas dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada momen penutupan itu, wastra khas Soppeng bermotif "Lagosi Caddi Kalong" turut mendapat perhatian. Selendang wastra karya perajin Kabupaten Soppeng tersebut dikenakan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, sebagai pelengkap busana pada acara penutupan HUT ke-46 Dekranas dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas di Makassar tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah.

Namun, menurutnya, nilai terbesar dari penyelenggaraan Dekranas adalah kemampuannya mengangkat potensi kerajinan Indonesia agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.

"Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia," ujar Tito.

Ia menambahkan, industri kerajinan dunia memiliki potensi pasar yang sangat besar, mencapai sekitar Rp500 triliun setiap tahun. Karena itu, para perajin di daerah didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, dan memperluas akses pemasaran.

Selama mengikuti rangkaian HUT ke-46 Dekranas, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan berbagai produk unggulan daerah, antara lain Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, fashion karya Mijel, fashion etnik Dituta, serta craft Otti Dituta. 

Dekranasda Soppeng juga berpartisipasi dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi, karya  Hj. Nurlela, anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng sekaligus pemilik Cantika Sabbena Soppeng, di desain oleh Desainer Mijel Soppeng, yang diperagakan oleh anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng, Riska Nasrika.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng berharap momentum HUT Dekranas menjadi dorongan bagi pengembangan industri kerajinan di Kabupaten Soppeng.

"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujar Suwardi.

Menurutnya, dikenakannya selendang wastra motif "Lagosi Caddi Kalong" oleh Tri Tito Karnavian menjadi kebanggaan bagi masyarakat Soppeng sekaligus menunjukkan bahwa karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu tampil dan mendapat apresiasi pada ajang nasional.(**)

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Soppeng Terima Kunjungan Rombongan Mahasiswa Internasional Peserta NISC-PH 2026


Soppeng Kabarta.com--- Soppeng, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima dan menjamu rombongan mahasiswa internasional peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026).

Kunjungan ke Kabupaten Soppeng merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lapangan NISC-PH 2026 yang berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Selama berada di Soppeng, para peserta mengikuti pembelajaran berbasis masyarakat melalui praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta pertukaran akademik dan budaya di sejumlah desa.

Program NISC-PH 2026 merupakan agenda internasional yang diselenggarakan FKM Unhas dengan konsep hybrid course and excursion. Kegiatan diawali dengan pembelajaran daring pada 15–27 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026 di Makassar, Maros, dan Soppeng.

Selain mengikuti kegiatan akademik, para peserta juga melaksanakan community outreach, kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat, serta mengikuti kegiatan pertukaran budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Peserta yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng merupakan mahasiswa internasional dari Mahidol University dan Soonchunhyang University, bersama mahasiswa asing dan mahasiswa kelas internasional FKM Unhas.

Rombongan didampingi oleh sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski.

Selama pelaksanaan kegiatan di Soppeng, para mahasiswa ditempatkan di lima lokasi, yakni Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di lokasi tersebut mereka melaksanakan pembelajaran lapangan yang berfokus pada praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta refleksi hasil pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Soppeng kembali menjadi salah satu lokasi pembelajaran internasional FKM Unhas. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik, memperkenalkan praktik pemberdayaan masyarakat yang berkembang di daerah, sekaligus menjadi sarana promosi potensi Kabupaten Soppeng di tingkat internasional. (Red)

Senin, 29 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Lepas 149 atlet Soppeng Untuk Berlaga Di Anjang Porsenijar PGRI

Soppeng Kabarta.com--- Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, secara resmi memberangkatkan kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng yang akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Senin (29/6/2026).

Sebanyak 149 atlet dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Soppeng pada 9 cabang olahraga dan seni, termasuk berpartisipasi dalam nomor ekshibisi domino. Keberangkatan kontingen ini menjadi awal perjuangan para atlet dalam menghadapi Porsenijar yang akan digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang pada 2–6 Juli 2026.

Dalam arahannya, Bupati Suwardi Haseng mengingatkan seluruh atlet agar memberikan perhatian penuh terhadap pertandingan yang akan dijalani. Menurutnya, kontingen Soppeng hadir bukan hanya untuk memeriahkan kegiatan, tetapi juga membawa misi meraih hasil terbaik.

"Lupakan dulu Piala Dunia. Sekarang saatnya berkonsentrasi pada pertandingan yang ada di depan mata. Berikan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan bawa nama baik Kabupaten Soppeng," pesan Suwardi yang disambut antusias para atlet.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh anggota kontingen untuk terus menjaga kekompakan, kedisiplinan, dan kebersamaan selama mengikuti Porsenijar. Ia berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara keluarga besar PGRI se-Sulawesi Selatan.


Di kesempatan yang sama, Ketua Kontingen PGRI Kabupaten Soppeng, Nur Alim, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap keikutsertaan kontingen. Ia optimistis seluruh atlet akan berjuang maksimal demi mengukir prestasi yang membanggakan daerah.

Bupati Suwardi Haseng juga mengungkapkan rencananya untuk menghadiri malam pembukaan Porsenijar PGRI di Kabupaten Sidenreng Rappang. Selain mengikuti rangkaian kegiatan resmi, ia juga akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dengan Bupati Sidrap yang merupakan sahabat lamanya saat bersama-sama menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan pelepasan turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Soppeng Naharuddin, Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs. Sulo, Ketua Kontingen Nur Alim, jajaran pengurus PGRI, para ofisial, serta seluruh anggota kontingen.

Dengan bekal semangat juang, kebersamaan, dan persiapan yang matang, Kontingen PGRI Kabupaten Soppeng menargetkan mampu tampil kompetitif serta mengukir prestasi terbaik pada ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026.(**)

Sabtu, 20 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Harap Duta Anak Dapat Berperan Sebagai Pelapor dan Pelapor

Soppeng Kabarta.com— Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng berharap Duta Anak Kabupaten Soppeng dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak dari berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda. Harapan tersebut disampaikan saat membuka Pemilihan Duta Anak Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Sabtu (20/6/2026). 

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum Anak Kabupaten Soppeng yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suwarni Suwardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Soppeng Hj. A. Husniati, S.Sos., M.M., Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, sejumlah pimpinan OPD terkait, para juri, pengurus Forum Anak Soppeng Latemmamala, serta para finalis Duta Anak Kabupaten Soppeng.

Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemenuhan hak anak dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan maupun diskriminasi menjadi tanggung jawab bersama. 

Menurutnya, keberadaan Duta Anak diharapkan mampu menjadi pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak dari kekerasan, perundungan, maupun pernikahan usia dini. Duta Anak juga diharapkan dapat menyuarakan aspirasi anak mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Hj. A. Husniati, mengatakan pembinaan anak memerlukan dukungan lingkungan yang sehat dan aman agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya.

"Anak ibarat benih yang sedang tumbuh. Tugas kita bukan menariknya agar cepat besar, melainkan memastikan tanahnya subur, airnya cukup, dan lingkungannya aman. Dengan cara itu mereka dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki," ujarnya.

Husniati menambahkan, Duta Anak yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi bagi anak-anak di Kabupaten Soppeng. Mereka tidak hanya menjalankan peran seremonial, tetapi juga hadir di tengah teman sebaya untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi anak.

"Duta Anak bukan dipilih untuk menjadi yang paling menonjol di atas panggung. Mereka diharapkan mampu hadir di tengah teman-temannya, mendengar persoalan yang dihadapi anak, lalu menyampaikannya melalui jalur yang tepat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Soppeng juga mengajak seluruh finalis untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan merencanakan masa depan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa mendatang. 

Pemilihan Duta Anak Kabupaten Soppeng Tahun 2026 diikuti oleh puluhan peserta yang akan bersaing untuk menjadi representasi anak-anak Soppeng dalam menyuarakan aspirasi, hak, dan kepentingan anak di berbagai forum.(**)

Jumat, 19 Juni 2026

Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 64 Soppeng Gelar Open Hause

Soppeng Kabarta.com—  Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Soppeng menggelar Open House Setahun Sekolah Rakyat di kampus sementara eks Rumah Sakit Ajjappange, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada masyarakat perkembangan program Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu tahun di Kabupaten Soppeng.

Open house dihadiri Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, unsur Forkopimda, Plt Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat, Kepala Desa dan Lurah, orang tua calon siswa, calon siswa, serta sejumlah undangan lainnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Soppeng tidak lepas dari kesiapan daerah dalam menyambut program nasional tersebut. Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, hanya sembilan daerah yang ditetapkan sebagai penyelenggara Sekolah Rakyat pada tahap awal, dan Soppeng menjadi salah satunya. 

Penetapan itu menempatkan Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah pelopor pelaksanaan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala SRT 64 Soppeng, Arni Arjilla, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut menyelenggarakan dua jenjang pendidikan, yakni Sekolah Rakyat Dasar (SRD) dan Sekolah Rakyat Pertama (SRP), masing-masing dengan jumlah 50 siswa. Proses pembelajaran didukung oleh 60 guru dan tenaga kependidikan.

Arni mengungkapkan, sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Saat awal masuk sekolah, banyak siswa yang menceritakan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Menurutnya, seluruh kebutuhan dasar siswa kini dijamin oleh negara. Selain memperoleh makanan bergizi tiga kali sehari, siswa juga mendapatkan makanan ringan dua kali sehari, susu secara rutin, serta fasilitas laptop dengan skema satu siswa satu laptop.

Ia juga menyebut kondisi kesehatan siswa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin oleh tim puskesmas maupun rumah sakit, dengan rata-rata kenaikan berat badan siswa antara dua hingga lima kilogram.

“Peningkatan kualitas kesehatan siswa terlihat dari hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap bulan,” katanya.

Pada tahun ajaran mendatang, SRT 64 Soppeng akan menambah kapasitas peserta didik menjadi 270 siswa yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing sebanyak 90 siswa.

Sementara itu, Bupati Soppeng dalam sambutannya mengingatkan bahwa Kabupaten Soppeng merupakan salah satu daerah yang mendapat kesempatan menyelenggarakan Sekolah Rakyat pada tahap awal program tersebut di Sulawesi Selatan.

“Satu tahun yang lalu kita memulai langkah berani dengan berupaya menghadirkan Sekolah Rakyat di Bumi Latemmamala. Alhamdulillah pada 15 Agustus 2025 Kabupaten Soppeng ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu penyelenggara Sekolah Rakyat di antara sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan,” katanya.

Bupati menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Tujuannya jelas, Bapak Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak usia sekolah dalam wilayah NKRI yang putus sekolah, termasuk di Bumi Latemmamala,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus mendukung keberlanjutan program tersebut agar memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng mendukung penuh pelaksanaan dan keberlanjutan Sekolah Rakyat di Bumi Latemmamala ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal, memfasilitasi, dan membesarkan Sekolah Rakyat agar dapat menjadi role model pendidikan inklusif yang berkeadilan di Sulawesi Selatan, bahkan di tingkat nasional,” katanya.

Open House Setahun Sekolah Rakyat digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan serentak menjelang satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pendidikan, pola pengasuhan, serta perkembangan para siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.(**)

Selasa, 16 Juni 2026

Tinjau Pembangunan SR 64, Wabup Soppeng Ingatkan Rencana Kemensos Bulan Depan Peserta Didik Serentak Secara Nasional

Soppeng Kabarta.com--- Komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung program Sekolah Rakyat terus ditunjukkan melalui pemantauan langsung terhadap proses pembangunan sarana pendidikan tersebut. 

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, kembali melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 64 Soppeng pada Senin (15/6/2026).

Kunjungan ini merupakan kali kedua yang dilakukan Wakil Bupati ke lokasi proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. 

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Soppeng itu disambut oleh jajaran pelaksana proyek yang kemudian memaparkan perkembangan pekerjaan konstruksi beserta sejumlah langkah percepatan yang tengah dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menerima laporan bahwa progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Capaian tersebut dinilai sangat menggembirakan mengingat target operasional sekolah yang semakin dekat.

Menurut Selle KS Dalle, perkembangan pembangunan yang terlihat di lapangan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan kunjungan sebelumnya. Ia mengaku optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Saya melihat langsung percepatan yang luar biasa dari PT Waskita Karya. Setiap kali saya datang ke lokasi ini, selalu ada perkembangan yang sangat signifikan. Hal ini menunjukkan komitmen dan profesionalisme pelaksana proyek dalam menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Selle menjelaskan bahwa kunjungan kali ini tidak hanya bertujuan untuk memantau progres konstruksi, tetapi juga memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung sebelum sekolah mulai digunakan.

Ia hadir bersama Kepala SR 64 Soppeng, Erni Erjilla, guna melihat secara langsung kondisi bangunan serta melakukan koordinasi dengan pihak pelaksana terkait tahapan penyelesaian akhir proyek.

“Kunjungan kali ini sengaja saya lakukan bersama Kepala SR 64 Soppeng. Selain melihat secara langsung progres pekerjaan konstruksi, kami juga mengingatkan pihak pelaksana proyek bahwa Kementerian Sosial merencanakan pada 11 Juli 2026 peserta didik Sekolah Rakyat secara serentak di seluruh Indonesia sudah berpindah dari sekolah sementara ke gedung permanen, termasuk di SR 64 Soppeng,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa waktu penyelesaian proyek semakin mendesak. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga ritme kerja agar target nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat dapat tercapai.

Selain pembangunan fisik gedung, pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan PT Waskita Karya juga membahas kesiapan fasilitas pendukung yang akan melengkapi operasional sekolah nantinya. Mulai dari perabot ruang belajar, perlengkapan asrama, hingga fasilitas penunjang lainnya menjadi perhatian khusus agar dapat tersedia tepat waktu.

Wakil Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi bangunan, tetapi juga dari kesiapan seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan peserta didik dan tenaga pendidik.

Menurutnya, sinkronisasi antara penyelesaian konstruksi dan pemasangan fasilitas pendukung harus berjalan beriringan sehingga ketika gedung dinyatakan selesai, sekolah dapat langsung difungsikan tanpa harus menunggu proses tambahan lainnya.

Sementara itu, pihak PT Waskita Karya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Perwakilan perusahaan mengungkapkan bahwa kunjungan pimpinan daerah menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh pekerja yang saat ini terus berupaya menuntaskan sisa pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

“Kunjungan pimpinan daerah menjadi suntikan semangat yang sangat berarti bagi seluruh pekerja. Kami terus berupaya menyelesaikan pekerjaan yang tersisa sesuai target waktu yang telah ditetapkan,” katanya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Kehadiran fasilitas pendidikan yang representatif diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 80 persen, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis SR 64 Soppeng dapat mulai ditempati sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Sosial pada Juli 2026.

Pemerintah daerah pun berharap sinergi yang selama ini terjalin antara pemerintah, kontraktor pelaksana, dan seluruh pihak terkait dapat terus dipertahankan hingga tahap penyelesaian akhir. Dengan demikian, Sekolah Rakyat Soppeng dapat segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.(**)

BPS Kabupaten Soppeng Resmi Laksanakan Pendataan Sensus Ekonomi 2026

Soppeng kabarta.com— Pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Soppeng resmi dimulai. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng melakukan pendataan perdana kepada Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, di Rumah Jabatan Bupati, Senin (15/6/2026).

Pendataan tersebut dipimpin langsung Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pencacahan lapangan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.

SE2026 merupakan program nasional yang bertujuan memotret secara akurat kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dukungan langsung Bupati Soppeng sebagai responden pertama diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar dan jujur demi terwujudnya basis data ekonomi yang akurat.

Sebelumnya, pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Soppeng telah dicanangkan melalui kegiatan pelepasan petugas yang berlangsung di Hotel Grand Saota, Soppeng, pada 11 Juni 2026. Pendataan lapangan secara door-to-door dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat, mengungkapkan sebanyak 243 petugas lapangan telah direkrut untuk melaksanakan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Para petugas tersebut juga telah mengikuti pelatihan teknis sebagai bekal sebelum turun ke lapangan.

Secara keseluruhan, BPS Sulawesi Selatan menyiapkan 8.776 petugas untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut, termasuk Kabupaten Soppeng.

Pada saat pencanangan SE2026, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan pentingnya data yang akurat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Data akurat adalah fondasi pembangunan. Pembangunan yang baik harus didukung data yang valid agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Soppeng untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus, sehingga menghasilkan data yang berkualitas untuk mendukung perencanaan pembangunan di masa mendatang.

Anggota DPRD Pangkep Berguru di Diskominfo Soppeng Terkait Pengelolaan Pusat Data dan Informasi

Soppeng Kabarta.com– Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng di Lounge Kantor Bupati Soppeng, Senin (15/6/2026).

Rombongan yang dipimpin Ketua Tim Kunjungan Kerja, H. Mantiri Mashud Hadade, SH, melakukan konsultasi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan pusat data, informasi, serta komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah.

"Kunjungan ini kami lakukan untuk konsultasi dan sharing pengalaman mengenai pengelolaan pusat data, informasi, dan komunikasi publik," kata Mantiri.

Kepala Diskominfo Kabupaten Soppeng, Drs. Kanaruddin, M.Si, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Diskominfo Soppeng memiliki tiga bidang utama, yakni Bidang Humas dan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Bidang Aplikasi dan Informatika, serta Bidang Statistik dan Persandian.

Menurut Kanaruddin, Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen mempublikasikan berbagai program dan kegiatan pembangunan daerah agar masyarakat mengetahui upaya-upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan.

Ia menambahkan, penyebarluasan informasi dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi, seperti media sosial resmi pemerintah daerah, media massa, layanan live streaming kegiatan pemerintahan, hingga videotron.

Pada kesempatan yang sama, Statistisi Ahli Muda Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Soppeng, Wettoing, SE., M.Si, menjelaskan perkembangan Portal Satu Data Kabupaten Soppeng yang telah terbentuk sejak Desember 2025.

Menurutnya, portal tersebut saat ini masih dalam proses integrasi dengan Satu Data Indonesia. Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menyampaikan surat kepada Bappenas untuk mendukung proses integrasi tersebut dan kini menunggu tindak lanjut.

Usai diskusi, Kepala Diskominfo Soppeng bersama jajaran dan rombongan Komisi I DPRD Pangkep meninjau ruang server serta Soppeng Command Center (SCC). Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung fasilitas pengelolaan data, sistem jaringan, dan pusat pemantauan CCTV yang mendukung penerapan tata kelola pemerintahan berbasis digital di Kabupaten Soppeng.(**)

Rabu, 10 Juni 2026

Kabupaten Soppeng Masuk Lima Besar Terbaik Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel

Makassar Kabarta.com-– Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026). 

Dalam sambutannya, Amalia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen strategis untuk memotret aktivitas ekonomi Indonesia secara menyeluruh, termasuk perkembangan pola usaha dan transformasi digital yang terus berkembang.

Pencanangan tersebut menandai Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama di Indonesia yang melaksanakan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat provinsi. Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung suksesnya pelaksanaan sensus.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, serta perwakilan pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda strategis yang akan menjadi kompas dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. 

Menurutnya, data yang dihasilkan melalui sensus akan menjadi dasar penting dalam menyusun program pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Sensus Ekonomi 2026 hadir untuk memotret aktivitas ekonomi secara menyeluruh sehingga menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan," ujar Andi Sudirman.

Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung melalui pendataan lapangan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data ekonomi yang akurat dan berkualitas sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

"Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang dihasilkan akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, penguatan sektor usaha, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Soppeng siap mendukung dan berpartisipasi aktif demi suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," kata Selle.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS RI juga memaparkan kinerja perekonomian Sulawesi Selatan Triwulan I Tahun 2026. Kabupaten Soppeng tercatat membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 9,39 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkannya pada posisi kelima tertinggi di Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang tercatat sebesar 6,88 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. 

Kehadiran Wakil Bupati Soppeng dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk mendukung penyediaan data statistik yang akurat sebagai dasar pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(**)

Selasa, 09 Juni 2026

Bupati Suwardi Haseng Tinjau Bangunan Koperasi Merah Putih Desa Ganra

Soppeng Kabarta.com – Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, meninjau pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Selasa (9/6/2026). 

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si., serta Babinsa Desa Ganra. Dalam peninjauan itu, rombongan melihat secara langsung kondisi bangunan yang telah rampung dikerjakan.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, menyampaikan bahwa progres pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih saat ini telah mencapai 100 persen dan siap mendukung pelaksanaan program penguatan ekonomi masyarakat desa. 

Bupati Soppeng mengapresiasi percepatan penyelesaian pembangunan gedung tersebut. Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa sekaligus mendukung program strategis nasional dalam pengembangan koperasi berbasis desa. 

Dengan selesainya pembangunan gedung tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap Koperasi Desa Merah Putih Desa Ganra dapat segera beroperasi dan menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat, peningkatan produktivitas ekonomi desa, serta penguatan kesejahteraan warga setempat.(**)

Minggu, 07 Juni 2026

Bangun Sinergitas Dengan Pemkab, IPPK Soppeng Silaturahmi ke Bupati Suwardi Haseng

Soppeng, Kabarta.com--- Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Soppeng menggelar silaturahmi dengan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (6/6).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan dan komunikasi, tetapi juga momentum bagi IPPK untuk memperkenalkan eksistensinya sebagai organisasi resmi yang mewadahi para purnakaryawan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kabupaten Soppeng.

Ketua IPPK Soppeng, A.Asis, mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan membangun sinergi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng sekaligus meminta arahan terkait program dan langkah strategis organisasi ke depan.

“Kami ingin IPPK tetap aktif, produktif, dan memberi manfaat meskipun para anggotanya telah memasuki masa purnabakti. Silaturahmi ini menjadi ruang bagi kami untuk bertukar gagasan serta memperoleh masukan demi kemajuan pendidikan di Soppeng,” ujar Asis.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyambut hangat kehadiran para pengurus dan anggota IPPK. Ia menyampaikan apresiasi serta penghargaan atas dedikasi panjang para guru dan tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun dunia pendidikan di daerah berjuluk Bumi Latemmamala.

“Pengabdian Bapak dan Ibu guru serta tenaga kependidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan pendidikan kita. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” kata Suwardi Haseng.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menitipkan pesan agar semangat pengabdian terhadap dunia pendidikan tetap terjaga meski telah memasuki masa pensiun. Menurutnya, pengalaman, wawasan, dan pemikiran para purnakaryawan pendidikan masih sangat dibutuhkan sebagai sumber inspirasi dan masukan bagi generasi penerus.

Sebagai informasi, IPPK merupakan organisasi yang menghimpun para pensiunan tenaga pendidik dan kependidikan, mulai dari guru, dosen, hingga karyawan struktural Kemendikbud. Organisasi ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta menyalurkan gagasan yang konstruktif guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah maupun tingkat nasional.(**)
© Copyright 2019 KABARTA | All Right Reserved