display this

Senin, 27 April 2026

Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng Gelar Pasar Murah


Soppeng kabarta.com— Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi, Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHPKP) menggelar kegiatan pasar pangan murah di halaman kantor dinas Pertanian, Senin (27/4/2026).

Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng, Aryadin Arif, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.

“Pelaksanaan gelar pangan murah ini dalam rangka menjaga stabilitas bahan pokok dan menekan laju inflasi, khususnya di Kabupaten Soppeng,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Di antaranya terigu Kompas Rp10.500 per kemasan, terigu Dua Pedang Rp8.000, minyak goreng Alif 2 liter Rp40.500, bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp30.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia beras SPHP Rp58.000 per 5 kilogram, beras premium Rp74.500 per 5 kilogram, minyak goreng “Kita” kemasan bantal Rp15.000 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah daerah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.(**)

Kamis, 26 Maret 2026

Pemkab Soppeng Gelar FGD Terkait Pelaksanaan Survey Perencanaan Teknis Optimalisasi Lahan non Rawa

Soppeng Kabarta.com--- Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait persiapan pelaksanaan Survey Investigasi Desain (SID) kegiatan optimalisasi lahan non rawa, Kamis (25/3/2026), di ruang pimpinan Kantor Bupati Soppeng.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Soppeng H Suwardi Hasemg, Ketua Tim Penyusun SID LPPM Universitas Hasanuddin Andang Suryana Soma, Ph.D bersama tim, Manajer PLN Cabang Soppeng Ria Fitriani Rachman, serta Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng bersama sekretaris dan jajaran kepala bidang serta staf teknis.

Turut hadir Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tingkat kabupaten dan koordinator PPL dari delapan kecamatan.

FGD ini menjadi forum untuk menyatukan persepsi, langkah, dan arah gerak dalam pelaksanaan survey perencanaan teknis optimalisasi lahan non rawa.

Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk membangun kolaborasi antara program pemerintah pusat yang bersumber dari APBN dengan visi dan program prioritas Pemerintah Kabupaten Soppeng di sektor pertanian, termasuk program listrik masuk sawah.

Bupati Soppeng dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Kementerian Pertanian.

Ia menyebut, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan program listrik masuk sawah sebagai solusi atas keterbatasan air saat musim tanam.

“Pertemuan ini adalah tindak lanjut pertemuan dengan Kementerian Pertanian yang membahas salah satu visi kami, yaitu listrik masuk sawah untuk mengatasi kondisi pertanian yang kekurangan air pada saat musim tanam, kami berharap ini dapat terwujud,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian merencanakan dukungan anggaran sekitar Rp67 miliar pada tahun ini melalui program Optimasi Lahan (OPLAH).

Ketua Tim SID, Andang Suryana Soma, memaparkan mekanisme dan metodologi penyusunan SID optimalisasi lahan non rawa. Ia menjelaskan bahwa keputusan teknis akan didasarkan pada potensi lahan serta kebutuhan kelompok tani yang menjadi sasaran survei.

Penentuan lokasi dan kelompok penerima, lanjutnya, mengacu pada data calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang telah dihimpun oleh penyuluh pertanian, sehingga intervensi program lebih tepat sasaran.

Sementara itu, pihak PLN menjelaskan kondisi kuota serta kemampuan pembangunan jaringan instalasi listrik untuk mendukung program tersebut. 

Dukungan ini dinilai penting dalam mendorong keberhasilan optimalisasi lahan non rawa, khususnya melalui penyediaan akses energi bagi kegiatan pertanian.

PLN juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Melalui FGD ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama sebelum pelaksanaan SID di lapangan, sehingga program dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Soppeng.(**)

Sabtu, 16 Agustus 2025

Komitmen Bupati Suwardi Haseng: Bangun Birokrasi Adaptif dan Berbasis Kompetensi

 

Makassar - Gebrakan kembali akan dilakukan oleh Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, Suwardi Haseng - Selle KS Dalle (SUKSES). 

Kali ini, Suwardi Haseng melakukan terobosan dalam tata kelola pemerintahan lewat penerapan sistem Manajemen Talenta dalam penempatan posisi seluruh jabatan di Pemkab Soppeng, mulai dari Eselon II, III dan IV. 

Pekan depan, Pemkab Soppeng direncanakan akan memulai proses Manajemen Talenta itu dengan sejumlah tahapan. Diantaranya, assessment lewat wawancara dan tes CACT. Hasil uji kompetensi itu akan menghasilkan pejabat yang yang dianggap layak menempati posisi yang tersedia sekaligus menjadi data base Pemkab Soppeng dalam menyiapkan calon pejabat ke depan.

Sistem ini untuk pertamakalinya akan dilakukan di Soppeng. Sebelumnya, kecuali untuk Jabatan Pimpinan Pratama atau Eselon II, penempatan pejabat dilakukan dengan penunjukan langsung. Posisi eselon III dan IV langsung dilantik sesuai penilaian kepala daerah. 

Menurut Badan Kepegawaian Nasional, Sistem manajemen talenta ASN adalah upaya sistematis untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan menempatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki potensi dan kinerja tinggi, guna mendukung pencapaian tujuan organisasi. Sistem ini bertujuan untuk memastikan bahwa ASN ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan keahlian dan kinerjanya, serta dipersiapkan untuk mengisi jabatan strategis di masa depan. 

Bupati Soppeng Suwardi Haseng sendiri sudah meneken Komitmen Bersama Pelaksanaan Manajemen Talenta ASN se Wilayah provinsi Sulawesi Selatan di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan Selasa (12/8/2025), lalu.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). "Kita ingin mendapatkan pejabat yang memang punya kompetensi dan punya potensi untuk dikembangkan ke depan. Manajemen Talenta juga kita lakukan untuk menghindari adanya kesan suka dan tidak suka dalam penunjukan pejabat," kata Suwardi.

Rencananya, mulai pekan depan, Pemkab Soppeng lewat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Rabu, 16 Juli 2025

Bupati Suwardi Haseng Penuhi Janji Seragam Sekolah Gratis di Soppeng

 


Soppeng - Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan dengan membagikan 5.043 paket seragam sekolah gratis kepada siswa baru jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Soppeng. Senin (14/7/2025). 

Program ini merupakan realisasi janji kampanye Bupati dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah, khususnya peningkatan kualitas pendidikan.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menegaskan bahwa pembagian seragam dan sepatu gratis ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayahnya. 

“Pendidikan adalah investasi masa depan, dan kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya. 

Ia berharap program ini dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi secara maksimal dan berkontribusi dalam menciptakan generasi unggul demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.

Seragam yang diedarkan meliputi baju, celana atau rok, dasi, topi, label nama, serta sepatu. Untuk jenjang SD, paket seragam telah diserahkan ke masing-masing sekolah dan mulai didistribusikan langsung kepada siswa mulai tanggal 15 Juli 2025. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr Nur Alim, menambahkan bahwa pendistribusian dilakukan berdasarkan data siswa baru yang terdaftar, dengan cadangan seragam untuk mengantisipasi siswa yang belum terdata.

Rincian bantuan seragam sekolah adalah sebagai berikut: untuk SD sebanyak 2.844 pasang (1.489 untuk siswa laki-laki dan 1.355 untuk siswa perempuan), dan untuk SMP sebanyak 2.199 pasang (1.022 untuk siswa laki-laki dan 1.177 untuk siswa perempuan). 

Sepatu yang dibagikan berjumlah total 5.043 pasang, sesuai dengan jumlah penerima di kedua jenjang tersebut.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan kembali komitmennya untuk menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah serta meningkatkan semangat belajar para siswa. 

Pemerintah daerah berjanji akan terus mendukung peningkatan mutu pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk membangun daerah melalui berbagai program yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. 

Melalui kepemimpinan Bupati H. Suwardi Haseng, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan perkembangan generasi muda.

(Rilis)

Jumat, 27 Juni 2025

Bupati Soppeng Apresiasi Kunjungan Danrem, Jalin Koordinasi Erat untuk Pembangunan Daerah

 


Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE., menyambut hangat kunjungan silaturahmi Danrem 141/Tp, Brigjen Andre Clift Rumbayan, S.Sos., M.M., di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Kamis malam (26/6/2025)

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 19.05 WITA ini juga dimanfaatkan untuk membahas kesiapan kunjungan kerja Pangdam mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Soppeng berharap kunjungan ini dapat semakin mempererat hubungan baik antara TNI dan Pemerintah Daerah, sehingga pembangunan di Kabupaten Soppeng dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Kunjungan Danrem ini juga dinilai sebagai bentuk dukungan nyata TNI terhadap program-program pemerintah daerah.

“Kunjungan silaturahmi Bapak Danrem ini sangat kami apresiasi. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam membangun Soppeng,” ujar Bupati Soppeng.

H. Suwardi Haseng juga menambahkan bahwa kunjungan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Selain makan malam bersama di Rujab Bupati, Danrem 141/Tp juga melakukan pengecekan kesiapan Makodim 1423/Spg terkait kunjungan kerja Pangdam.

Kegiatan ini melibatkan Kasdim 1423/Spg Mayor Inf Drs. Baso Ratulangi, Dan Tim Intel 141/Tp Kapten Chk Muhammad Hatta beserta anggota, W.s Pasiter Kodim 1423/Soppeng Lettu Arh Soekarno H., Pasi Ops Kodim 1423/Soppeng Lettu Inf Faisal, dan Personil Unit Inteldim 1423/Soppeng.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pengarahan Danrem kepada anggota yang terlibat dan ramah tamah di ruang transit Dandim.

Jumat, 30 Mei 2025

Sejumlah Kebijakan Pro-rakyat Dalam 100 Hari Kepemimpinan Bupati Suwardi Haseng

Soppeng Kabarta.com---   Hari ini (30Desember 2025) tepat 100 hari kepemimpinan  Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE - Ir. Selle KS Dalle , Sejak dilantik di Istana Negara pada tanggal 20 Februari 2025. keduanya ternyata telah banyak menelurkan kebijakan pro-rakyat yang sebagian diantaranya adalah janji kampanye. Meski pasangan ini sebenarnya tak pernah mematok hasil kerja di 100 hari pertama memimpin.

Berikut sejumlah kebijakan yang dilakukan Pasangan SUKSES dalam 100 hari kepemimpinannya:

Sejatinya, kenaikan TPP ASN bukanlah program andalan dari pasangan ini. Meski kerap disampaikan dalam berbagai kegiatan kampanye Pilkada, namun dalam visi misi dan Program kerja keduanya, kenaikan TPP tak dibahasakan dengan detail. "Tetapi, saya memutuskan memberikan kenaikan TPP untuk memacu motivasi kerja para ASN. Di awal memimpin ini, kami membutuhkan motivasi ASN untuk membantu kami melaksanakan semua program kerja," kata Suwardi.

Pasangan SUKSES memastikan pelaksanaan program seragam, sepatu dan tas gratis akan digelar pada tahun 2025 ini, tepatnya memasuki tahun ajaran baru 2025 - 2026. Meski mengalami pemangkasan anggaran dalam APBD, keduanya tak surut untuk menghelat program ini. "Kami tetap komitmen untuk melaksanakan program seragam, sepatu dan tas gratis, tahun ini juga. Meski kita tahu pusat melakukan pemangkasan anggaran," kata Suwardi. Dana diambil dari hasil efisiensi yang dilakukan keduanya begitu dilantik, seperti mengurangi perjalanan dinas, menekan biaya makan, minum dan ATK serta membatalkan sejumlah program yang tak perlu.

Program Listrik Masuk Sawah adalah program andalan dalam kampanye SUKSES. Hal itu membuat program ini langsung menjadi sasaran utama keduanya. Berkali-kali keduanya melakukan pertemuan dengan pihak PLN dan hasilnya untuk tahun 2025 ini, telah ada sekira 23 titik yang akan dibuat.

Hampir semua dana untuk infrastruktur pendidikan terkena recofussing oleh pemerintah pusat. Akibatnya, Soppeng sama sekali tak mendapat dana infrastruktur pendidikan. Namun, Suwardi - Selle, punya cara lain untuk mengatasi itu. "Makin banyak bangunan sekolah yang rusak. Kita tak boleh menyerah dengan adanya pemangkasan anggaran," ujar Suwardi. Dalam pergeseran terbatas APBD 2025, tak kurang dari 19 sekolah yang mengalami kerusakan bangunan akan tetap diperbaiki. Sementara itu, ada 3 puskesmas pembantu yang dipastikan dibangun pada tahun 2025 ini. Dananya diambil dari hasil pemangkasan internal yang dilakukan oleh Suwardi - Selle, terhadap APBD 2025 yang tersisa.

Dana DAK Fisik Jalan 2025, adalah program yang ikut terpangkas pemerintah pusat. Namun, SUKSES berkomitmen tetap membangun jalan dan jembatan sebelum tahun 2025 berakhir. Salah satunya, jalan utama menuju Desa Leworeng yang sudah lama mengalami kerusakan dan jalan lingkar di Kecamatan Lilirilau. Selain itu, tetap melanjutkan program pembangunan jembatan di Salokaraja dan Kessing, yang dipastikan akan selesai sebelum 2025 berakhir.

Tak semua daerah mendapat jatah Pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Pemerintah pusat hanya akan membangun 100 lokasi tahun 2025 ini. Namun, Soppeng sukses memperoleh kepercayaan pemerintah pusat menjadi salah satu lokasi. Soppeng bersama Bone dan Makassar sukses meraih kepercayaan Kementerian Sosial karena kesiapan mereka. Suwardi - Selle bertemu dengan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, pertengahan Mei ini dan langsung memaparkan proposal kesiapan mereka. Bahkan, Soppeng menjadi daerah tercepat dalam menentukan lokasi sementara seperti yang dipersyaratkan Kemensos sebelum bangunan baru dibuat. Lokasi sementara SR Soppeng menggunakan bekas Rumah Sakit Ajappang. Atas jatah Seolah Rakyat itu, maka investasi baru yang akan masuk ke Soppeng tahun 2025 ini berada pada kisaran Rp 100 - Rp 150 Miliar.

Program Rumah Singgah di Makassar adalah program janji kampanye SUKSES. Sesuai komitmen keduanya, maka tahun 2025 ini pembangunan rumah singgah akan dihelat. Rumah singgah ini akan memudahkan keluarga dari Soppeng yang sedang berobat di Makassar tetapi tidak punya tempat tinggal. "Rumah singgah juga akan dilengkapi dengan ambulance yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan," kata Wakil Bupati Selle KS Dalle.

Begitu dilantik, SUKSES langsung melakukan pembenahan awal terhadap RSU La Temmamala yang banyak dikeluhkan pelayananannya. Antrian di poliklinik jalan dan di farmasi coba diatasi dengan mengefektifkan sistem informasi dan menambah loket layanan. Meski belum sempurna, tetapi perlahan - lahan menunjukkan perbaikan dari sebelumnya. Selain itu, Suwardi - Selle terus memperbaiki sistem manajemen keuangan rumah sakit. Dari utang ke pihak ketiga yang sebelumnya mencapai puluhan miliar kini tinggal tak lebih dari Rp 2 miliar.

UHC (Universal Health Coverage) Premium tetap dipertahankan di Soppeng. Kebijakan yang telah lama ditempuh oleh Soppeng ini dipertahankan Pasangan SUKSES di tahun 2025. Status UHC Premium adalah suatu bentuk jaminan kesehatan yang memberikan akses yang lebih luas dan komprehensif terhadap pelayanan kesehatan, di atas standar jaminan kesehatan dasar yang biasanya disediakan melalui program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Sejumlah penyakit yang tak ditanggung BPJS dan tidak ada di daerah lain bisa diakses gratis oleh warga Soppeng seperti cuci darah, perawatan jantung dan perawatan jiwa.

Kabupaten Soppeng kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Pencapaian ini merupakan yang ke-11 kalinya secara berturut-turut, menunjukkan komitmen kuat Kabupaten Soppeng dalam tata kelola keuangan yang baik dan transparan.

Sejatinya, hasil itu adalah upaya luar biasa dari pemerintahan sebelumnya, Andi Kaswadi Razak - Lutfi Halide. Namun, pemeriksaan BPK secara menyeluruh dilakukan pada Bulan April dan Mei 2025. Alhasil, tanpa komitmen kuat dari SUKSES Raihan prestasi itu tak mungkin dicapai. "Saya meminta para pimpinan OPD untuk memenuhi semua permintaan data BPK, tak boleh ada yang meninggalkan daerah dan segera memperbaiki jika ada kekurangan data dan laporan," kata Suwardi Haseng.(**)
© Copyright 2019 KABARTA | All Right Reserved